Kembali
| Rekomendasi Simposium Internasional tentang
Inklusi dan Penghapusan Hambatan untuk Belajar, Partisipasi dan Perkembangan |
Dengan mempertimbangkan kewajiban dan komitmen nasional, regional dan internasional tentang kesamaan hak anak, para partisipan merekomendasikan bahwa pendidikan yang inklusif dan ramah terhadap anak seyogyanya dipandang sebagai:
- Sebuah pendekatan terhadap peningkatan kualitas sekolah secara menyeluruh yang akan menjamin bahwa strategi nasional untuk ‘Pendidikan untuk Semua’ adalah benar-benar untuk semua;
- Sebuah cara untuk menjamin bahwa semua anak memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas di dalam komunitas tempat tinggalnya sebagai bagian dari perkembangan dini anak, program pra-sekolah, pendidikan dasar dan menengah, terutama mereka yang pada saat ini masih belum diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah umum atau masih rentan terhadap marginalisasi dan eksklusi; dan
- Sebuah kontribusi terhadap pengembangan masyarakat yang menghargai dan menghormati perbedaan individu semua warga.
|
|
Dengan hal tersebut, lebih dari 500 partisipan dari tiga puluh negara yang menghadiri simposium internasional ini menyepakati rekomendasi berikut ini untuk lebih meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Asia dan benua-benua lainnya:
- Inklusi seyogyanya dipandang sebagai sebuah prinsip fundamental yang mendasari semua kebijakan nasional
- Konsep kualitas seyogyanya difokuskan pada perkembangan sosial, emosi dan fisik, maupun pencapaian akademik anak
- Sistem asesmen dan evaluasi nasional perlu direvisi sehubungan dengan prinsip non-diskriminasi dan inklusi serta konsep kualitas sebagaimana disebutkan di atas
- Orang dewasa seyogyanya menghargai dan menghormati semua anak, tanpa memandang karakteristik maupun keadaan individunya, serta mempertimbangkan pandangannya
- Semua kementerian seyogyanya bekerjasama untuk mengembangkan strategi bersama menuju inklusif
- Demi menjamin Pendidikan untuk Semua melalui kerangka sekolah yang ramah terhadap anak [SRA], maka masalah non-diskriminasi dan inklusi harus diatasi dari semua dimensi SRA, dengan upaya bersama yang terkoordinasi antara badan-badan pemerintah dan non-pemerintah, donor, masyarakat, berbagai kelompok lokal, orang tua, anak maupun sektor suasta
- Semua pemerintah dan organisasi internasional serta organisasi non-pemerintah, seyogyanya berkolaborasi dan mengkoordinasikan upayanya untuk mencapai keberlangsungan pengembangan masyarakat inklusif dan lingkungan yang ramah terhadap pembelajaran bagi semua anak
- Pemerintah seyogyanya mempertimbangkan implikasi sosial maupun ekonomi bila tidak mendidik semua anak, dan oleh karena itu seyogyanya mencakup semua anak usia sekolah dalam sistem informasi manajemen pendidikannya
- Program pendidikan pra-jabatan maupun pendidikan dalam jabatan guru seyogyanya direvisi guna mendukung pengembangan praktek inklusi sejak usia pra-sekolah dengan menekankan pada pemahaman tentang perkembangan anak dan belajar secara holistik termasuk intervensi dini
- Pemerintah (pusat, provinsi dan lokal) dan sekolah seyogyanya membina dan memelihara dialog dengan masyarakat, termasuk orang tua, tentang nilai-nilai sistem pendidikan yang non-diskriminatif dan inklusif
Implikasi rekomendasi ini adalah bahwa prinsip inklusi harus merupakan dasar bagi semua strategi untuk meningkatkan standar sistem pendidikan (formal maupun non-formal), mengembangkan sekolah yang ramah terhadap anak demi mencapai Pendidikan untuk Semua. Ini harus melibatkan lembaga-lembaga lain yang menyediakan layanan bagi anak dan keluarganya, seperti lembaga kesehatan dan sosial serta organisasi-organisasi yang mendukung kelompok-kelompok beresiko. Hal ini juga menuntut adanya komitmen yang berkelanjutan untuk mengembangkan jejaring nasional maupun regional.
| Dasar-dasar Pendiskriminasian terhadap Anak-anak |
jender
kecacatan
ras, xenofobia dan rasis
asal muasal etnis
orientasi seksual
kasta-kasta atau suku-suku tertentu
“yang tak tersentuh”
bahasa
anak-anak yang tidak mempunyai akte kelahiran
anak-anak terlahir kembar
anak-anak terlahir pada hari sial
anak-anak terlahir dalam posisi sungsang
anak-anak terlahir dengan kondisi abnormal
kebijakan ’satu anak cukup’ atau ’tiga anak cukup’
yatim piatu
tempat tinggal
pembedaan antara propinsi/daerah/wilayah yang berbeda
pedesaan (termasuk eksodus pedesaan)
Kota
anak-anak tinggal di daerah kumuh
anak-anak tinggal di daerah terpencil dan pulau terpencil
anak-anak yang terlantar
anak-anak tunawisma
anak-anak yang terbuang
anak-anak yang ditempatkan pada layanan alternatif
anak-anak minoritas etnis yang ditempatkan di layanan alternatif
anak-anak yang dilembagakan
anak-anak tinggal dan/atau bekerja di jalanan
anak-anak terlibat dalam sistem pengadilan remaja
khususnya: anak-anak yang kebebasannya dibatasi
anak-anak yang terkena dampak konflik bersenjata |
- anak-anak pekerja
- anak-anak rentan akan kekerasan
- anak-anak yang pengemis
- anak-anak terkena dampak HIV/AIDS
- anak-anak dari orangtua yang HIV/AIDS
- ibu tunggal yang masih muda
- minoritas, termasuk
- anak-anak Roma/jipsi/musafir/pelancong
- anak-anak yang nomaden
- anak-anak dari masyarakat asli
- non-nasional, termasuk
- anak-anak imigran
- imigran illegal
- anak-anak dari pekerja pengembara
- Pengungsi/pencari suaka
- termasuk pengungsi muda tanpa orangtua
- anak-anak terkena dampak bencana alam
- anak-anak yang hidup dalam kemiskinan/kemelaratan
- distribusi kekayaan nasional yang tak setara
- status sosial/keterasingan sosial/kesenjangan social
- anak-anak terkena dampak masalah ekonomi/perubahan ekonomi
- status ekonomi orangtua yang menyebabkan segregasi ras di sekolah
- kepemilikan orangtua
- agama orangtua
- hukum status pribadi berdasarkan agama
- anak-anak terlahir di luar pernikahan
- anak-anak dari keluarga orangtua tunggal
- anak-anak terlahir dari hubungan antar saudara
- anak-anak dari hasil perkawinan antara orang-orang berbeda
- etnis/agama/kewarganegaraan
|
Anda bisa dapat inforamsi lebih lanjut tentang Simposium Internasional dan Rekomendasinya di
IDP Norway - Symposium: www.idp-europe.org/symposium
IDP Norway - Post-Symposium: www.idp-europe.org/symposium/presentations.php
IDP Norway - Symposium Follow-up: www.idp-europe.org/symposium/followup.php
Kembali |