Kembali
| Deklarasi Dunia tentang Pendidikan Untuk Semua - 1990 |
Memenuhi Kebutuhan Belajar Dasar
Tiap orang - anak, remaja dan orang dewasa – akan dapat mengambil manfaatnya dari kesempatan-kesempatan pendidikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar dasarnya.
Membentuk Visi
Untuk memenuhi kebutuhan belajar dasar semua orang memerlukan lebih dari sekedar komitmen ulang terhadap pendidikan dasar seperti yang sekarang ada. Yang diperlukan adalah “visi yang diperluas” yang melampaui level sumber daya, struktur lembaga, kurikula dan sistem antaran yang konvensional seperti sekarang sambil membangun hal-hal yang terbaik dalam praktek-praktek yang sekarang ada.
Universalisasi Akses Dan Mempromosikan Kesetaraan
Pendidikan dasar harus diberikan untuk semua anak, remaja dan dewasa.
Memfokuskan Pada Belajar
Apakah nantinya kesempatan-kesempatan pendidikan yang diperluas itu akan diterjemahkan menjadi pembangunan yang bermakna atau tidak – untuk individu atau untuk masyarakat – sangat tergantung pada apakah orang-orang benar-benar belajar sebagai hasil dari kesempatan-kesempatan tersebut, yaitu, apakah kesempatan-kesempatan tersebut menggabungkan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang berguna.
Memperluas Sarana dan Cakupan Pendidikan Dasar
- Belajar dimulai pada saat lahir.
- Sistem antaran yang utama untuk pendidikan dasar untuk anak-anak di luar keluarga adalah sekolah dasar.
- Kebutuhan belajar dasar remaja dan dewasa beragam dan harus dipenuhi melalui beragam sistem antaran.
- Semua instrumen dan saluran informasi, komunikasi dan aksi sosial dapat digunakan untuk membantu menyampaikan pengetahuan penting dan menginformasi dan mendidik orang tentang isu-isu sosial.
Meningkatkan Lingkungan Untuk Belajar
Belajar tidak terjadi secara terpisah. Oleh karena itu, masyarakat harus menjamin bahwa semua pembelajar menerima nutrisi, layanan kesehatan dan dukungan emosional dan fisik yang umum agar berpartisipasi aktif dalam dan mendapat manfaatnya dari pendidikan mereka.
Memperkuat Kemitraan
Otoritas pendidikan lokal, regional, dan nasional memiliki kewajiban yang unik untuk memberikan pendidikan dasar untuk semua, tapi mereka tidak dapat diharapkan untuk memenuhi persyaratan, sumber daya manusia, finansial dan kelembagaan untuk tugas ini. Kemitraan yang baru dan direvitalisasi di semua level akan diperlukan:
Mengembangkan Konteks Kebijakan yang Mendukung
Kebijakan yang mendukung dalam sektor sosial, budaya dan ekonomi diperlukan untuk merealisasikan penyediaan dan penggunaan sepenuhnya pendidikan dasar untuk perbaikan individu dan masyarakat.
Memobilisasi Sumber Daya
Jika kebutuhan-kebutuhan belajar dasar untuk semua orang dipenuhi melalui cakupan yang lebih luas dibanding di masa lalu, penting untuk memobilisasi sumber daya manusia dan finansial yang ada dan baru, negeri, swasta dan sukarela.
Memperkuat Solidaritas Internasional
Memenuhi kebutuhan-kebutuhan belajar dasar merupakan tanggung jawab manusia universal dan bersama. Ini memerlukan solidaritas internasional dan hubungan ekonomi yang setara dan adil agar memperbaiki kesenjangan ekonomi yang ada.
“[...] Pendidikan Untuk Semua tidak akan dapat tercapai kecuali bila sistem pendidikannya menempatkan program pendidikan inklusif bagi semua anak yang belajar baik melalui jalur formal maupun nonformal. Apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal ini?
Pertama, dinas-dinas pendidikan harus meningkatkan lagi angka siswa terdaftar di sekolah [...] dan berkomitmen untuk mengurangi jumlah yang tidak bersekolah, [...] ini di beberapa negara dapat berarti jutaan anak. Dinas harus melakukan ini dengan mendata, kelompok anak yang tidak bersekolah, mungkin terdaftar namun tidak belajar karena kemiskinan, jender, kecacatan, keterpencilan, perbedaan bahasa atau budaya, atau penderita HIV/AIDS. Mereka harus menjawab beberapa pertanyaan tentang anak-anak ini: Siapakah mereka? Dimanakah tempat tinggal mereka? Mengapa mereka tidak bersekolah? Mereka harus bekerja dan mengambil langkah untuk membuat kebijakan yang memudahkan kelompok ini untuk masuk sekolah dan tetap bersekolah. Dinas-dinas pendidikan juga hendaknya menetapkan sebuah kebijakan umum mempromosikan sekolah-sekolah yang ramah terhadap anak atau tindakan-tindakan yang lebih nyata seperti subsidi untuk anak-anak perempuan, program pendidikan individual untuk anak penyandang cacat, pengajaran membaca permulaan dalam bahasa ibu untuk mereka yang berbahasa minoritas atau undang-undang yang melarang diskriminasi terhadap anak yang terkena dampak HIV/AIDS. [...]. Ini berarti perlu mengunakan pendekatan yang berorientasi pada hak-hak asasi terhadap perkembangan pendidikan yang, diantaranya, menekankan pernyataan bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. |
 |
Kedua, tiap sekolah dan masyarakat harus secara aktif mencari anak-anak yang tidak bersekolah dan mencari cara agar mereka dapat bersekolah serta mengupayakan mereka tetap bersekolah. [...] Institusi pemerintahan setempat, asosiasi orangtua murid dan guru, bahkan para murid sendiri dapat melakukan pemetaan di masyarakat. [...] Banyak guru dan juga orangtua murid tidak ingin sekolah mereka dibarangi oleh anak-anak yang bermasalah atau sulit diajar karena kemiskinan, ketidakmampuan, perbedaan bahasa, atau terinfeksi AIDS. [...] Tujuannya adalah agar orangtua bertanggung jawab terhadap pendidikan tidak hanya anak sendiri, namun juga anak-anak tetangga. Para guru seharusnya juga mempunyai keinginan dan dapat memandang keanekaragaman di dalam sebuah kelas sebagai satu kesempatan bukan sebagai masalah.
Mereka yang terkucil dari pendidikan sering kali tidak terlihat; jika terlihat, mereka tidak diperhitungkan, jika diperhitungkan, mereka tidaklah dilayani. Pendidikan Inklusif sebenarnya berarti membuat yang tidak tampak menjadi tampak dan memastikan semua siswa mendapatkan hak memperoleh pendidikan dengan kualitas yang baik.
[Dari Artikel oleh Sheldon Shaeffer/UNESCO Bangkok di EENET Asia Newsletter 06/2005]
|
|
Versi lengkap Bahasa Inggris: www.unesco.org/education/efa/ed_for_all/background/jomtien_declaration.shtml
Informasi lebih lanjut:
UNESCO: www.unesco.org
EENET: www.eenet.org.uk
IDP Norway: www.idp-europe.org/indonesia
Kembali |