Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi ke-5 -

Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

Menolong Orang-Orang, Menolong Diri Sendiri

Ambassador Preciosa S. Soliven

 

“Sejak peperangan dimulai dalam pikiran manusia, sejak itu pula pikiran untuk mempertahankan kedamaian harus dibangun”
Mukadimah UNESCO

Sejak 1946, tujuan utama UNESCO dalam hal pemberantasan kemiskinan adalah melalui program pemberantasan buta huruf. Oleh karena itulah, Yayasan O.B. Montessori Anak dan Masyarakat yang didirikan pada 1983 menerapkan Pelatihan Ketrampilan bagi Para Ibu dan Kursus Baca-Tulis untuk Ibu-ibu di Pedesaan dan Sekolah TK Pagsasarili bagi anak-anak miskin di daerah perburuhan di wilayah Metro Manila. Pada tahun 1993 program ini memenangkan Penghargaan Internasional dalam Literasi dari UNESCO di New Delhi, India.

Kurikulum O.B. [Operation Brotherhood] Montessori cocok dengan empat prinsip dasar UNESCO bagi pendidikan abad ke-21, belajar untuk mengenal, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi dan belajar untuk bekerja sama. Prinsip-prinsip dasar ini diterapkan ke dalam semua program pendidikan dan semua kelompok umur, dan beberapa prinsip dasar mungkin lebih ditekankan tergantung kepada kelompok usia dan tingkat pendidikan.

Pagsasarili adalah kata dari Bahasa Filipina yang berarti ‘membantu diri menjadi mandiri’. Adalah suatu kebutuhan yang universal bagi manusia untuk diberikan hak kesempatan, dapat belajar untuk berpikir dan bekerja secara mandiri, sebagai hasilnya, memberikan kepadanya akses yang adil bagi kehidupan yang sejahtera dan bahagia.

Selama 25 tahun para guru kami di sekolah TK Pagsasarili telah melaksanakan Prinsip Dasar I - “Belajar untuk menjadi”. Rasa percaya diri para lulusan murid TK ini sama dengan mereka yang telah mendapat kemampuan akademik dari kelas tiga sering mengejutkan para guru di kelas I baik dari sekolah umum dan sekolah agama di mana mereka mendaftarkan diri. Mereka menunjukkan kecintaan untuk bekerja, berdisiplin, berkosentrasi, dan bergembira.

Bersamaan dengan Yayasan O.B. Montessori Anak dan Masyarakat merayakan 25 tahun program mereka “membantu orang menolong diri sendiri”, program tersebut diperluas ke propinsi pilihan di Pulau Luzon, Filipina. Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pusat Pengembangan Penitipan Anak di Lipa, kota Batangas dan Propinsi Ifugao [di mana UNESCO World Heritage Rice Terraces berada] telah diubah menjadi Sekolah TK Pagsasarili. Kami juga telah membuka kelas-kelas ujicoba di Concepcion, Tarlac dan Masyarakat Muslim Taguig di Daerah Metro Manila. Sekolah umum ujicoba Pus Dakar di kota Angeles, Pampanga juga telah mengadopsi sistem pendidikan Pagsasarili. Program ini telah membuat anak Filipina percaya kemapuan diri mereka dalam kehidupan.

Dalam tahun 1983 Sekolah TK Montessori Pagsasarili telah didirikan di delapan daerah pendapatan rendah di Metro Manila dan pada 17 perkebunan tebu di Cadiz dan Sagay di Occidental Negros. Didukung oleh sebagian besar pemilik perkebunan, didirikanlah proyek Pelatihan Ketrampilan Para Ibu dan Kursus Baca-Tulis.

Pada tahun 2005 Presiden Gloria Macapagal-Arroyo menandatangani Peraturan Eksekutif 483 membangun Pusat Pembelajaran Jangka Panjang bagi Pemantapan Pembangunan di Filipina, Kurukulum O.B. Montessori disusun sebagai Laboratorium Nasional untuk membantu Departemen Pendidikan, Otoritas Pengembangan Pendidikan Teknis dan Ketrampilan dan Program Komisi pada Pendidikan Tinggi.

Program Sekolah TK O.B. Montessori Pagsasarili
Pendidikan sekolah TK dibuat terjangkau tanpa memandang jender,status sosial-ekonomi, ras atau kepercayaan. Sekolah-sekolah ini telah menciptakan anak-anak baru Filipina, yang cinta peraturan, pekerjaan, percaya diri, dan menjadi warga Negara yang mandiri dan bertanggungjawab dan “guru baru” mereka adalah yang dilatih untuk membantu orang-orang untuk menolong diri sendiri.

Pembandingan Sistem Tradisional dan Sistem Pendidikan Montessori
Sebuah garis panah dan bentuk segitiga sama sisi digunakan untuk melambangkan perbedaan antara Sistem Tradisional dan “Sistem Montessori.”

Sistem Tradisional
Sistem Montessori
Guru mengajar di kelas menggunakan buku teks, papan tulis, kertas dan pena. Murid diharapkan untuk mendengarkan dan menerima semua aturan dan pengetahuan dari para guru. “Guru Baru” melayani sebagai penghubung yang dinamis antara “Lingkungan Yang Dipersiapkan” dan Para Murid. Lingkungan Yang dipersiapkan dengan baik ini adalah faktor yang hilang dalam sistem pendidikan tradisional. “Lingkungan Yang Dipersiapkan” menyediakan sebuah pilihan pekerjaan untuk membantu murid berkembang menjadi manusia dewasa baru.

Ambassador Preciosa S. Soliven adalah Sekretaris Jenderal pada Komisi Nasional UNESCO untuk Filipina. Beliau dapat dihubungi melalui alamat pos: Ground Floor DFA Bldg.; 2330 Roxas Boulevard; Pasay City; Philippines atau email: unescoph@mozcom.ph

 

EENET asia Newsletters : Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]