![]() |
EENET Asia Newsletter - Edisi ke-5 - Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008 |
|
|
Editorial Tamu: Perkembangan Kepemimpinan Profesional Sekolah di Kamboja John Morefield
Dalam Sekolah Kami, Kualitas Pengajaran adalah Inti bagi Anak. Yang Mulia Nath Bonrouen, Under Secretary of State, Department Pendidikan
Kutipan di atas berasal dari YM Nath Bonrouen adalah luar biasa baik dalam perasaan dan dalam pernyataan tugas kepemimpinan di sekolah. Selama 16 tahun terakhir telah banyak usaha-usaha, oleh LSM, Departemen Pendidikan dan lain-lain untuk memperbaiki kualitas belajar dan mengajar di Kamboja. Kebanyakan dari usaha ini telah melahirkan sedikit hasil langsung, namun secara bersama-sama telah menempatkan Negara pada keadaan saat ini, membuat langkah nyata dalam perbaikan sistem pendidikan. Yang mengejutkan baru-baru ini, bagaimanapun adalah, pengakuan yang baik dari pembuat keputusan, pejabat-pejabat tinggi resmi, pejabat pendidikan tingkat menengah dan yang lainnya, kualitas kepemimpinan adalah hal penting yang hilang. Baru-baru ini sebuah studi telah dilakukan oleh sebuah organisasi yang sangat terkenal di Kamboja menemukan bahwa kepemimpinan yang buruk adalah satu dari tiga hal utama yang menjadi penyebab menurunnya motivasi para guru-guru [dua lainnya adalah gaji yang rendah dan korupsi]. Jadi ada kebutuhan yang mendesak untuk memperbaiki kualitas pemimpin pendidikan dari tingkat kepala sekolah sampai pada tingkat birokrasi. Baru-baru ini pada 2003 diketahui hanya sedikit atau tidak ada pernyataan sama sekali bahwa kepemimpinan di tingkat sekolah membuat banyak perbedaan dalam banyak hal. Kepala sekolah dipandang secara khusus sebagai manajer. Pekerjaan mereka adalah untuk menerapkan perintah berdasarkan kekuasaan mereka. Tanpa perintah-perintah tersebut, tidak ada yang perlu dilakukan. Ide kepemimpinan, inisiatif diri atau kreatifitas bukan bagian dari gambaran kerja mereka atau apa yang diharapkan/diinginkan seseorang dari mereka. Karenanya tidaklah mengejutkan, bahwa kepemimpinan sekolah tetaplah buruk. Tidak pernah ada sebuah program persiapan kepemimpinan bagi kepala sekolah di Kamboja. Mereka tadinya menjadi guru dan selanjutnya ditunjuk menjadi direktur. Pada tahun 1997, Departemen Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan UNESCO / UNDP menciptakan program pelatihan kepemimpinan bagi sejumlah Kepala Sekolah. Hal ini tidaklah lama. Pada 2002-2003 bagian Pelatihan Guru di Departemen Pendidikan, Pemuda dan Olahraga [MoEYS] menciptakan program pelatihan untuk direktur sekolah dalam hal manajemen [dengan sedikit komponen mengenai kepemimpinan]. Sejak 2005, Proyek Pendukung Sektor Pendidikan Kamboja telah menawarkan pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah di tingkat SD dan SMP dalam 10 propinsi. LSM lain telah menawarkan berbagai pelatihan kepemimpinan kepada kelompok kecil direktur di sejumlah propinsi. Semua bentuk usaha ini telah banyak membantu tetapi, seperti program pengembangan guru, tidak banyak memberikan hasil. Namun, secara bersamaan berjasa sebagai perantara bagi kepemimpinan yang baru dan menjanjikan bahwa tanpa kepemimpinan yang kuat di semua level, perbaikan sekolah tidak mungkin terlaksana. Secara meningkat, ada kepercayaan di sini bahwa untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki kepala adalah penting baik memiliki standar kepimpinan bagi kepala sekolah dan persiapan kualitas dan program pelatihan in-servis yang mengajarkan standar-standar tersebut. Kepemimpinan standar harus menyatakan secara jelas kemampuan minimum standar yang dibutuhkan oleh para kepala sekolah. Dengan adanya standar-standar tersebut, pengembangan kepemimpinan menjadi penting bagi kepala sekolah sebagai bagian dasar dari sistem pendidikan. Pengembangan kepemimpinan bagi kepala sekolah haruslah pada permulaan dan berjalan seiring karir mereka. Semua pengembangan keahlian ini haruslah terikat dengan standar kepimpinan secara langsung. Tanpa pengembangan kepimpinan yang lengkap dan luas bagi kepala sekolah, kepemimpinan pada sekolah lokal akan tetap hanya sebaik kepala sekolah secara kebetulan. Dan itu tidaklah cukup. Anak-anak Kamboja, semua anak-anak, pantas untuk mendapatkan yang lebih baik. Komponen terakhir dari pengembangan kepemimpinan adalah awal dari sebuah Program Master Kepemimpinan dalam Pendidikan yang ditawarkan oleh Universitas Phnom Penh. Program ini akan mulai menyediakan inkubator bagi Pemimpin bidang pendidikan Kamboja di masa depan yang sungguh-sungguh profesional dan bijaksana. Suatu saat, tidak begitu lama lagi, seluruh pemimpin sekolah perlu memiliki gelar Master dalam Kepemimpinan.
“Langkah demi Langkah’ adalah sebuah kalimat yang sering digunakan di Kamboja untuk menggambarkan sebuah perjalanan menuju keadaan yang baru dan lebih baik. Sekolah pengembangan kepemimpinan profesional menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Bpk. John Morefield terlibat secara luas dengan isu kepemimpinan di bidang pendidikan. Beliau kini menghabiskan 4-6 bulan dalam setahun waktunya di Kamboja untuk membantu menciptakan kesempatan Pengembangan Kepimpinan bagi pemimpin pendidikan di Kamboja. Beliau dapat dihubungi melalui email: jmore44@yahoo.com atau kode pos: 6819 20th Ave. N.E.; Seattle, Washington, 98115; USA
EENET asia Newsletters : Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008
|
|
|