Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi ke-5 -

Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

Aktifitas Pendidikan Save the Children di Tajikistan

Shahlo Shoeva dan Parviz Abduvahobov

Konteks sosial ekonomi Tajikistan tidak berubah untuk jangka waktu yang lama. Sebuah tinjauan tengah semester dari Laporan Strategis Pengurangan Kemiskinan mengaku kemiskinan berkurang 20% pengurangan kemiskinan tapi tidak ada perubahan atau perbaikan yang berarti yang nampak pada anak-anak kaum miskin dan keluarga termarjinalisasi. Kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin telah melebar, pemisahan keluarga disebabkan karena migrasi ekonomi terus berlanjut dan jumlah anak yang meninggalkan keluarga untuk bekerja tetap tidak berkurang. Dikarenakan meluasnya kemiskinan banyak keluarga tetap tidak mampu membayar uang sekolah atau membeli pakaian dan alat tulis yang layak bagi anak-anaknya. Keluarga tersebut banyak yang berkonsentrasi pada usaha mereka untuk bertahan hidup dan sebagai akibatnya banyak anak diabaikan hak dasarnya atas pendidikan.

Tajikistan nampaknya bergerak maju mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui reformasi pasar dan meningkatkan norma-norma dan praktek demokrasi, namun pembiayaan kebutuhan anak dan pelayanan dasar pada umumnya tetap rendah dalam agenda pembangunan pemerintah.

Masalah infrastruktur sekolah yang buruk, moral yang rendah dari para guru akibat gaji yang rendah, dan kurangnya investasi dalam hal ketrampilan dan kompetensi guru tetap menjadi tantangan bagi pemerintah, LSM lokal dan internasional dan para donatur. Banyak guru berkualitas terus berusaha mencari pekerjaan alternatif untuk penghasilan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup.

Sistem pendidikan saat ini tidak mencatat data anak yang putus sekolah [baik yang sementara atau permanen] secara teratur dan terkini. Hal ini mengarah pada analisa yang tidak cukup tentang alasan dasar ketidakhadiran dan oleh karenanya, mekanisme tindak lanjut menjadi tidak efektif baik di sekolah atau pada tahap penerapan kebijakan.

Rencana tindakan bagi Pendidikan Untuk Semua [PUS] masih perlu diselesaikan dan inisiatif langkah cepat untuk menerapkan PUS belumlah bergerak maju. Negara telah menyelesaikan “Laporan Kebutuhan Asesmen” pada Tujuan Pembangunan Milenium yang telah menghasilkan strategi untuk mencapai pendidikan dasar universal pada tahun 2015. Walaupun komentar yang diberikan oleh organisasi seperti Save the Children [SC] belum sepenuhnya dipenuhi, namun hal ini memberikan SC sebuah peluang untuk lebih jauh menyokong dan memberi pengaruh bagi strategi-strategi yang diajukan. Tujuan pendidikan dapat dicapai dengan lebih cepat jika pendekatan yang lebih progresif telah dipakai oleh para donatur dan juga pemerintah Tajikistan.

Masalah kondisi fisik sekolah yang buruk, rendahnya moral guru dan kurangnya pelatihan tidak berubah selama periode ini. Banyak guru berkualitas meninggalkan pekerjaannya demi penghasilan yang lebih baik.

Khatlon adalah propinsi terbesar dan berada di sebelah selatan di Republik Tajikistan. Penduduknya bermata pencarian dari bertanam kapas, memelihara ternak, ulat sutera dan aktifitas agrikultur. Sejumlah besar sekolah dan pusat pemeliharaan hancur semasa perang saudara sementara yang tidak terkena, kondisinya juga buruk. Tingkat kemiskinan meningkat dikarenakan runtuhnya industri lokal yang mengakibatkan pengangguran.

“Banyak perubahan terjadi sejak campur tangan SC di sekolah kami. Kehadiran meningkat dari 60% menjadi 97-98%, beberapa guru berkualitas kembali mengajar, infrastruktur membaik melalui dukungan proyek kecil dan orangtua lebih memperhatikan pendidikan anaknya, berpartisipasi dalam acara sekolah dan pemecahan masalah sekolah ”
Anggota dari Komite Komunitas Pendidikan sekolah No. 41 di Kanibadam, Propinsi Soghd.

Propinsi Soghd adalah pusat industri di bagian utara Tajikistan. SC berpengalaman meningkatkan akses anak-anak pada kualitas pendidikan dan pelayanan dasar. Hal ini mengarah pada pekerjaan, yang memberikan sumbangan menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium [MDG]. Proyek ini menggerakan pelatihan guru yang telah ada dan lembaga pengembangan kurikulum dan orang-orang terlatih untuk mengenalkan metodelogi berpusat pada anak yang inovatif. 1,145 guru SD dan 80 guru TK dilatih dalam waktu 3 tahun dalam menggunakan metodelogi interaktif, pengajaran berpusat pada anak, mentoring, pengajaran berbasis aktifitas, manajemen kelas dan bekerjasama dengan orangtua. Lebih dari 3,000 guru SD dan SMP menjadi familiar dengan metodelogi pembelajaran aktif [MPA], pengajaran berbasis aktifitas, manajemen kelas dan bekerjasama dengan orangtua. Selain itu, SC menerapkan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Berbasis Masyarakat [C-EMIS] di seluruh Tajikistan untuk memperbaiki akses menuju pendidikan berkualitas bagi semua anak melalui gerakan masyarakat sekitar isyu pendidikan. Hampir selama 3 tahun terakhir SC mendukung proyek kecil yang digagas oleh masyarakat, di mana sedikitnya 40% dana berasal dari sumbangan masyarakat. Termasuk di antaranya instalasi alat pemanas, perbaikan ruang kelas dan perabotan, penentuan bahan pengajaran dan pendirian Klub Anak yang membantu anak-anak mengembangkan rasa harga diri, percaya diri, dan rasa tanggungjawab sosial mereka.

“Kami tidak dapat mengatakan betapa kami menghargai dukungan anda. Bahan yang anda berikan menolong kami menarik minat masyarakat untuk membuat sekolah lebih baik. Mereka hanya memerlukan dorongan. Hanya itu. Saya sendiri terkejut betapa semua orang telah menyumbang. Saya sangat bangga menjadi Direktur di sekolah ini sekarang. Dan anak-anak sekarang kembali ke sekolah dengan pakaian yang rapih dan bagus karena mereka juga bangga pada sekolah mereka”
Direktur Sekolah No. 28 di Kolhozobod

Anggota dari kelompok yang dipimpin anak dan Komite Komunitas Pendidikan [KKP] berperan aktif dalam mendukung anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar dengan pelajaran ekstra yang diadakan oleh Klub Anak dan pengawasan bulanan atas kehadiran dan putus sekolah, mencoba membawa kembali anak-anak tersebut dengan menciptakan atmosfir yang ramah pembelajaran di sekolah. Pada semua 150 komunitas yang bekerjasama dengan KKP dan Klub Anak, ada komitmen yang kuat pada diri orang dewasa untuk memenuhi hak anak atas pendidikan dasar. Kebanyakan orang merasa mereka seharusnya bertanggung jawab dan mendukung sekolah dalam hal ini.

Pelatihan disediakan bagi KKP, anak-anak dan para guru, dan membuat mereka bertanggung jawab untuk pemenuhan hak anak atas pendidikan. Klub Anak memperluas hubungan dengan kelompok anak yang lain dalam masyarakat sekitar mereka. Kelompok anak bersamaan menolong teman sebaya yang memiliki ketidakmampuan untuk mengikuti Permainan Khusus di wilayah Khatlon. Kelompok anak berkomunikasi dan berbagi pengalaman dengan yang lainnya melalui surat.

Program pendidikan SC berlanjut dengan melibatkan anak dalam setiap penerapannya. Anak-anak berpartisipasi dalam pengumpulan data dan analisa pada hal selain pendaftaran dan kehadiran dalam sasaran masyarakat. Informasi yang terkumpul digunakan oleh KKP untuk mensosialisasikan isu hak anak pada pendidikan berkualitas. Anak-anak biasanya diajak berunding dan dilibatkan dalam penerapan dan pengawasan beberapa aktifitas yang diajukan KKP dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan dalam masyarakat. Lebih dari 1,500 anak dilatih mengenai hak-hak anak, pengumpulan informasi melalui pendekatan peran serta, bekerja sama dengan orang dewasa dan perencanaan tindakan. Setiap Klub Anak memiliki rencana aksi untuk memperbaiki kondisi sekolah, menarik minat anak yang belum mendaftar sekolah dan mengurangi angka putus sekolah.

Lembaga Pelatihan Guru dan badan perwakilan pedagogikal melihat bahwa kegiatan pelatihan guru sangat berguna dan menyebutkan bahwa MPA sangat fleksibel dan dapat diadaptasi dengan mudah pada mata pelajaran yang berbeda untuk memenuhi persyaratan kurikulum. Perwakilan Departemen Pendidikan menyatakan bahwa pengawasan sekolah menunjukkan angka kehadiran di kelas yang gurunya dilatih MPA berada pada tingkat kehadiran yang tinggi.

SC bekerja dengan kelompok dipimpin anak, komite-komite komunitas pendidikan, administrator sekolah dan para guru untuk menciptakan sekolah yang menyambut semua orang dari masyarakat, termasuk anak perempuan dan anak-anak cacat.

Ibu Shahlo Shoeva adalah Program Officer Pendidikan Inklusi dan Bpk. Parviz Abduvahobov adalah Program Officer c-EMIS untuk SC. Mereka dapat dihubungi melalui email shahlo_sh@savechildren.tj dan parviz_a@savechildren.tj.
Alamat Pos:
Save the Children
8-10, 2nd drive, Akademicheskaya St.
734001, Dushanbe
Tajikistan

EENET asia Newsletters : Kwartal ke-4 2007 / Kwartal ke-1 2008

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]