Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Keempat-

Juni 2007

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Edisi Keempat Juni 2007

Mengapa kita memerlukan Pendidikan Pencegahan HIV dan AIDS di Lao PDR

Philany Phissamay

Di Lao PDR prevalensi HIV itu rendah dengan angka estimasi 0,06% di tahun 2000. Kasus positif HIV pertama dilaporkan pada tahun 1990 dan kasus AIDS pertama adalah di tahun 1992. Pada bulan Juni 2006, jumlah total kasus HIV yang dilaporkan adalah 2003 dan 688 orang meninggal. Walaupun angkanya rendah, gambaran resmi cenderung berupa penaksiran terlalu rendah, karena pengetesan yang terbatas dan layanan kesehatan yang lain, training yang tidak memadai bagi penyedia layanan kesehatan dan keengganan orang untuk melakukan tes karena stigma dan diskriminasi yang sering mengikuti jika hasil tesnya positif.

Kecenderungannya adalah angka HIV akan meningkat di masa datang. Kemiskinan pendapatan, kurangnya pendidikan dan angka pengangguran yang tinggi sering dihubungkan perilaku beresiko tinggi dan potensi penyebaran HIV. Perempuan, anak dan pria mungkin menjajakan seks untuk uang atau hadiah lainnya sebagai alat untuk keberlangsungan ekonomi, karenanya meningkatkan resiko mereka terhadap HIV. Ini dikombinasikan dengan akses yang terbatas terhadap perlakuan efektif dari infeksi menular seksual dan implementasi skrinning universal yang buruk untuk HIV untuk transfusi dan produk darah.

Pertumbuhan ekonomi bisa menjadi faktor resiko lainnya. Perubahan sosial-ekonomi yang cepat yang terjadi di negara ini, dengan proyek infrastruktur besar, pariwisata, dan perdagangan semuanya meningkat. Terlebih lagi, baik migrasi internal dan eksternal berada pada peningkatan.

Dengan adanya resiko penularan HIV yang terus meningkat, pemerintah memperkenalkan pendidikan pencegahan HIV untuk penduduk umum dan untuk kelompok yang rentan dengan menggunakan pendidikan sebaya dan pelatihan kecakapan hidup. Kementrian Pendidikan mengintegrasikan kecakapan hidup ke dalam kurikulum sekolah dan pendidikan guru. Kecakapan hidup juga diintegrasikan kepada peningkatan kesehatan.

Didukung oleh UNESCO Bangkok, Kementrian Pendidikan dan Kementrian Informasi & Budaya melalui Komisi Nasional untuk UNESCO melatih kepala sekolah dan guru di tingkat propinsi. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa

  1. kepala sekolah dan guru akan mentransfer pengetahuan yang akurat dan sikap positif tentang HIV dan AIDS kepada siswa;
  2. siswa akan melihat konsekuensi seks yang tidak aman, termasuk bahaya HIV dan AIDS, dan karenanya mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan seksualitas mereka;
  3. siswa akan memiliki sikap dan perilaku positif terhadap seks, memampukan mereka dalam menghindari seks yang tidak aman;
  4. guru dapat memperkuat hubungan antar sekolah, masyarakat dan orangtua. Program ini telah menggunakan metode pengajaran interaktif, dengan permainan, demonstrasi, video, kuis, poster dan brosur.

Pelajaran dari mengembangkan program pendidikan pencegahan HIV yang afektif meliputi:

  • Sebuah pendekatan multi-sektor yang mengarah kepada respon yang efektif terhadap HIV dan AIDS.
  • Partisipasi aktif dari semua stakeholder di sekolah dan masyarakat diperlukan untuk menjamin pencegahan HIV yang efektif.
  • Melanjutkan pelatihan untuk guru itu sangat penting dan seharusnya sesuai dengan penyediaan peralatan dan bahan
  • Penekanan harus diberikan pada pelatihan untuk para pelatih, guru dan penasehat propinsi dan kabupaten untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang HIV/AIDS/STI.
  • Pendidikan HIV/AIDS/STI seharusnya direview untuk menjamin proporsionalitas dalam kurikulum dan untuk menghindari kelebihan beban program sekolah.
  • Monitoring dan Evaluasi sangat penting

Tidak ada penyembuh untuk AIDS, pendidikan adalah alat terbaik untuk memastikan bahwa orang melindungi dirinya sendiri, keluarganya dan masyarakat mereka. Untuk mencapai ini, sumber daya, pelatihan tambahan untuk guru, bahan materi yang baru dan yang paling penting adalah sikap terbuka dari semua untuk memastikan bahwa kita tahu bagaimana HIV ditularkan dan tidak ditularkan.

Ibu Philany Phissamay bekerja di Komisi Nasional Lao untuk UNESCO di Kementrian Pendidikan. Dia bisa dihubungi via email: laonesco@yahoo.com atau lewat pos: National Commission for UNESCO, Ministry of Education, P.O. Box 67, Vientiane, Lao PDR

 

EENET asia Newsletters : Edisi Keempat Juni 2007

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners