Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Keempat-

Juni 2007

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Edisi Keempat Juni 2007

Penelitian tentang Pelecehan Anak: India 2007

Loveleen Kacker

Kementrian Perempuan dan Perkembangan Anak [KPPA], Pemerintah India berbahagia untuk mengumumkan laporan Penelitian Nasional Mengenai Pelecehan Anak Berjudul “Penelitian tentang Pelecehan Anak: India 2007", yang diluncurkan oleh Yang Mulia Menteri Negara Smt. Renuka Chowdhury.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan dapat diandalkan mengenai fenomena pelecehan anak, dengan suatu pandangan untuk memfasilitasi formulasi kebijakan dan program yang tepat yang dimaksudkan untuk secara efektif mengawasi dan mengontrol fenomena pelecehan anak di India. Penelitian Nasional tentang Pelecehan Anak adalah salah satu penelitian empiris dalam negeri yang terbesar dalam bidang tersebut di dunia. Penelitian ini juga melengkapi Penelitian Global Sekretaris Jenderal PBB tentang Kekerasan terhadap Anak 2006.

Inisiatif Kementrian untuk melaksanakan penelitian ini didukung oleh UNICEF dan Save the Children. LSM berbasis di Delhi bernama Prayas dikontrak untuk merancang dan melaksanakan pelatihan dan menyerahkan laporan pendahuluan. Setelah penyerahan laporan pendahuluan, KPPA menugaskan Komite Inti untuk mereview data lengkap, menganalisa temuan dan menghasilkan laporan final bersama dengan rekomendasinya.

Penelitian tersebut telah memberikan data statistik yang mengungkapkan derajat dan besaran berbagai bentuk pelecehan anak - sebuah bidang yang tidak tereksplorasi. Penelitian juga mengungkapkan data tentang variasi di antara berbagai kelompok usia, variasi jender, variasi keadaan, variasi kelompok bukti. Temuan-temuan juga akan membantu memperkuat pemahaman semua stakeholder termasuk keluarga, masyarakat, organisasi masyarakat dan pemerintah.

Temuan Utama

  1. Di antara berbagai bentuk pelecehan, dan di antara berbagai kelompok bukti, anak-anak dalam rentang usia 5-12 tahun telah melaporkan tingkat pelecehan yang lebih tinggi dibanding dua kelompok usia lainnya
  2. Anak laki-laki, dibanding anak perempuan, sama beresiko menjadi korban pelecehan
  3. Orang-orang yang dipercayai dan yang berwenang adalah pelaku pelecehan utama
  4. 70% responden anak yang dilecehkan tidak pernah melaporkannya kepada siapapun

Pelecehan Fisik

  1. Dua dari tiap tiga anak dilecehkan secara fisik.
  2. Dari 69% anak yang dilecehkan secara. fisik di 13 negara bagian sampel, 54.68% adalah anak laki-laki.
  3. Lebih dari 50% anak di 13 negara bagian menjadi korban satu bentuk pelecehan fisik atau bentuk pelecehan lainnya.
  4. Dari anak-anak yang dilecehkan secara fisik di lingkungan keluarga, 88.6% dilecehkan secara fisik oleh orangtuanya.
  5. 65% dari anak-anak yang bersekolah dilaporkan mengalami hukuman fisik yaitu 2 dari 3 anak menjadi korban hukuman fisik.
  6. Negara bagian Andhra Pradesh, Assam, Bihar dan Delhi secara konsisten. melaporkan angka tingkat pelecehan lebih tinggi dalam segala bentuk dibanding negara bagian lainnya.
  7. Kebanyakan anak tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun.
  8. 50.2% anak bekerja tujuh hari seminggu.

Pelecehan Seksual

  1. 53.22% anak dilaporkan mengalami satu bentuk atau lebih pelecehan seksual.
  2. Andhra Pradesh, Assam, Bihar dan Delhi dilaporkan sebagai negara bagian yang memiliki prosentasi pelecehan seksual tertinggi baik terhadap anak laki-laki juga perempuan.
  3. 21.90% responden anak yang dilaporkan mengalami bentuk pelecehan seksual yang parah dan 50.76% bentuk pelecehan seksual lainnya.
  4. Dari semua responden anak, 5.69% dilaporkan mengalami kekerasan seksual.
  5. Anak-anak di Assam, Andhra Pradesh, Bihar dan Delhi dilaporkan mengalami insiden kekerasan seksual tertinggi.
  6. Anak-anak jalanan, anak-anak dalam pekerjaan dan anak-anak di layanan asuhan institusi dilaporkan mengalami insiden kekerasan seksual tertinggi.
  7. 50% pelecehan adalah orang yang dikenal anak atau dalam posisi yang dipercaya dan yang bertanggungjawab atas anak.
  8. Kebanyakan anak tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun

Pelecehan Emosional dan Penelantaran Anak Perempuan

  1. Setiap anak kedua dilaporkan mengalami pelecehan secara emosional
  2. Prosentase setara dari anak perempuan dan anak laki-laki dilaporkan mengalami pelecehan secara emosional
  3. Di 83% kasusnya, orangtua adalah pelaku pelecehan
  4. 48.4% anak perempuan berharap mereka adalah anak laki-laki

Beratnya situasi tersebut menuntut isu pelecehan anak ditempatkan pada agenda nasional. Kementrian, pada pihaknya, telah mengambil tindakan-tindakan seperti memberlakukan undang-undang untuk menetapkan Komisi Nasional dan Negara untuk Perlindungan Hak-hak Anak, Skema Perlindungan Anak yang Terintegrasi, rancangan Pelanggaran terhadap Hukum Anak dll. Ini adalah langkah-langkah penting untuk memastikan perlindungan anak di negara ini. Tapi jelaslah ini tidak akan cukup, pemerintah, masyarakat dan komunitas sipil perlu mendukung satu sama lain dan bekerja untuk menciptakan lingkungan yang protektif untuk anak-anak. Momentum yang diperoleh perlu ditingkatkan untuk meningkatkan diskusi lebih lanjut di antara semua stakeholder dan diterjemahkan ke dalam pergerakan untuk menjamin perlindungan anak di negara ini.

Laporan tersebut dapat diakses dari situs web Kementrian: http://www.wcd.nic.in/childabuse.pdf

Untuk pertanyaan lebih lanjut, mohon hubungi Dr. Loveleen Kacker melalui email loveleenkacker@gmail.com, tel: 91-11-23387683 atau pos: Joint Secretary (Child Welfare), Ministry of Women and Child Development, Government of India, Shastri Bhawan, New Delhi-110001 India

EENET asia Newsletters : Edisi Keempat Juni 2007

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners