![]() |
EENET Asia Newsletter - Edisi Ketiga - Nopember 2006 |
|
|
Konferensi Dunia ICEVI ke-12 tanggal 16-21 Juli,Kuala Lumpur, Malaysia Kicki Nordström Konferensi Dunia ICEVI ke-12 adalah yang terbesar yang pernah diadakan dengan lebih dari 1200 peserta. Konferensinya direncanakan dengan baik dengan bahan materi dalam Braille untuk semua yang memerlukannya. Programnya ekstensif dengan topik yang menarik dan pembicara yang baik. Dewan direksi yang baru dipilih ketika Larry Campbell dipilih kembali menjadi presiden. Strategi-strategi untuk suatu perubahan “Kita perlu penelitian, statisktik, fakta dan infomasi sehingga kita dapat membuka pintu yang terkunci bagi sekolah-sekolah untuk anak-anak tunanetra” kata Larry Campbell. Strategi ICEVI adalah suatu kombinasi advokasi yang ditargetkan, asesmen visual dan program pendidikan – lebih banyak sumber yang diperlukan untuk menerapkan kebijakan dan menciptakan kesadaran publik dan perubahan sikap. Perundang-undangan Anak-anak muda yang tunanetra perlu guru-guru yang berkualifikasi tinggi. Kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek harus diadaptasikan kepada ini sehingga kebutuhan pendidikan anak tunanetra akan diakui dan dipenuhi. Kebanyakan anak tunanetra berprestasi cukup baik di sekolah-sekolah umum tapi kebanyakan gagal. Ini khususnya benar untuk anak tunanetra dengan kecacatan tambahan. Sumber daya diperlukan, seperti pendidikan dan training guru yang lebih baik tapi juga layanan rehabilitasi dan training dalam Kegiatan Sehari-hari [ADL]. Keragaman belajar Pendidikan untuk semua anak, dengan fokus khusus pada kesempatan pendidikan untuk anak-anak tunanetra adalah tujuan konferensi ini. PUS regional untuk Asia Timur diwakili oleh Terje Watterdal, Alisher Umarov, Karin van Dijk dan Shahid Ahmed Memon dan IDP Norway, UNESCO dan Jejaring EENET Asia pada hari senin sore. Inisiatif-inisiatif ini adalah bukti bahwa program-program di satu negara dan wilayah dapat mendorong dan menginspirasikan kegiatan-kegiatan di wilayah lain. Stigma dan Prasangka Perlakuan salah dan Kekerasan Guru, pekerja sosial dan orang lain yang menangani anak harus dilatih untuk mengetahui bagaimana mendeteksi jika anak menjadi korban kekerasan atau pelecehan lainnya. Anak-anak cacat lebih rentan dan beresiko terhadap pelecehan. Banyak anak menemukan bahwa mereka telah mengalami pelecehan ketika mereka mulai berbicara kepada anak-anak lain. Ini sering mengakibatkan trauma untuk anak dan karenanya penting bahwa guru menjadi sadar akan tanda-tanda dalam perilaku anak yang kemungkinan mengalami pelecehan. Konsekuensi kekerasan dan pelecehan seksual akan mempengaruhi anak selama hidupnya. Anak-anak perlu belajar tentang tubuh mereka dan fungsinya. Mereka memerlukan kepercayaan diri dan rasa penghargaan diri dan yang paling penting anak-anak harus diajarkan tidak menerima keintiman yang tidak diinginkan. Anak perlu belajar mengatakan TIDAK. Lucia Piccione, Argentina menginformasikan konferensi tersebut bahwa Christian Blind Mission [CBM] telah membentuk dewan penasehat untuk kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus di Argentina. Rangkaian pelatihan Pendidikan dan training penyandang tunanetra harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Pendidikan dan training harus termasuk mata pelajaran seperti ADL, ketrampilan sosial, kesehatan seksual dan reproduktif, dll. Ada laporan ekstensif tentang kampanye Strategi untuk Perubahan. Semua bahan termasuk ringkasan dari kampanye ini akan ditampilkan pada situs web ICEVI. Kicki Nordström adalah Mantan Presiden terdahulu World Blind Union [WBU]. EENET asia Newsletters : Edisi Ketiga Nopember 2006 Daftar Isi
|
|
|
| optimized
for a resolution of 1024x768 idp - international development partners |