![]() |
EENET Asia Newsletter - Edisi Simposium - APRIL 2006 |
|
|
Biarkan Bahagia Masa Kecil Tetap Abadi Agar sekolah benar-benar terbuka untuk semua, kita perlu mengubah budaya, kebijakan, dan praktek-praktek kehidupan sekolah. Indeks Inklusi (Bristol Inclusive Education Study Centre Bristol-Inggris) membantu kita untuk mencapai hal tersebut. Penting membuat rencana strategis pengembangan sekolah inklusif yang membuat sekolah mampu berubah dan pengalaman menunjukkan bahwa mereka siap melakukan hal itu. Sekolah-sekolah ini mampu mempengaruhi pengalaman siswa dan guru melalui penciptaan budaya dimana setiap orang dihormati dan kebijakan serta praktek yang mendukung bagi semua siswa, sehingga mereka mampu belajar dan berpartisipasi bersama dengan teman sesekolahnya. Indeks Inklusi juga memungkinkan sekolah mempertimbangkan berbagai aspek pengembangan sekolah mulai dari perbaikan hubungan antara staf sekolah dan siswa hingga pengembangan kebijakan bagi inklusi, peningkatan mutu asesmen, perencanaan lokasi kelas dan metode belajar mengajar. Indeks Inklusi adalah hubungan antara tiga aspek yang dapat digunakan untuk membuat perubahan pada rencana strategis pengembangan sekolah
Untuk menciptakan budaya inklusif dan mengembangkan kebijakan serta praktek inklusif di sekolah-sekolah, harus dikoordinasikan kelompok-kelompok terkait untuk membantu memfasilitasi reformasi sekolah. Kelompok tersebut harus mencerminkan komposisi etnis dan gender yang ada di sekolah. Kelompok tersebut bisa melibatkan orang tua dan wali murid, siswa, pendidik, dan staf bukan pendidik. Contohnya, di sekolah Tantarov, kelompok koordinasi terdiri dari 20 orang, termasuk guru, siswa, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya. Pasal 28 dan 29 Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak menyebutkan bahwa tiap anak memiliki hak pendidikan dan bahwa pendidikan harus membuat siswa mampu mengembangkan kemampuan dan bakatnya. Meski demikian, ada anak-anak yang tidak bisa ke sekolah atau TK, anak-anak yang tidak bermain dengan teman-teman mereka, dan anak-anak yang berkembang dengan cara atau dengan kecepatan yang berbeda dari kebanyakan anak-anak lain. Anak-anak ini, karena mereka dianggap “berbeda”, sering dipaksa tinggal di rumah karena kepercayaan kuno yang melarang mereka belajar, bermain, tertawa dan berada di tengah-tengah anak-anak lain. Itulah sebabnya maka para anggota kelompok koordinasi pendidikan inklusif ini ingin berdiskusi dengan dan tentang hak-hak asasi anak. Pada tanggal 9 Desember diselenggarakan sebuah acara di Tantarov Boarding School di distrik Uzgen dengan judul ‘Biarkan Masa Kecil yang Bahagia Ini Abadi’. Tujuan utama adalah untuk menarik perhatian para guru dan anak-anak mengenai masalah anak-anak yang terpinggirkan dan terabaikan dari sekolah dan masyarakat. Pada acara tersebut, berbagai kelompok anak yang beragam membuat presentasi yang menggambarkan pentingnya pendidikan bagi SEMUA anak-anak. Secara khusus mereka menyoroti hak bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapat pendidikan dan kesempatan berpartisipasi secara penuh. Anak-anak dari kelas 5 sampai 11 mementaskan drama yang menekankan pentingnya pendidikan bagi SEMUA anak dan menunjukkan peran yang dapat dimainkan orangtua dan anak-anak pada proses belajar mengajar. Anak-anak menjelaskan bahwa orang dewasalah yang memiliki perilaku negatif, sementara anak-anak meniru mereka. Acara tersebut adalah langkah pertama yang dibuat kelompok koordinasi kami. Setelah ini, anggota kelompok berencana mewawancara anak-anak dengan menggunakan angket. Tujuannya adalah mencoba mengenali arah utama bagi pengembangan, mengingat tujuan kami adalah untuk membuat sekolah menjadi terbuka bagi SEMUA anak. Wawancara akan berlangsung seminggu. Berdasarkan hasil wawancara, kami akan mengajukan proposal kepada pengelola sekolah kami. Kelompok koordinasi nantinya akan secara jelas menentukan prioritas yang diusulkan oleh para orangtua, staf dan siswa dan akan mempresentasikannya untuk selanjutnya bisa dimasukkan ke dalam rencana strategis pengembangan sekolah. Kelompok koordinasi ini akan sepenuhnya bertanggung jawab atas bagi pelaksanaan ’prioritas-prioritas’ tersebut dan menjamin akuntabilitas prosesnya. Informasi perkembangan apapun akan dilaporkan dan dibagi buletin atau brosur sekolah. Pelaksanaan lebih lanjut dari proposal itu akan dijalankan melalui kerjasama dengan para guru, siswa, dan pengelola sekolah. Membuat sekolah kita terbuka dan dapat diakses oleh semua anak membutuhkan partisipasi dan keterlibatan kita semua. Elmira Sherikbaeva, Sekolah Tantarov. Email: project@oshmail.kg or: Tantarov Professional Development School; 11, Shamsinskay Str.; Kurshab Village; Uzgen Rayon; Osh Oblast; Kyrgyzstan
EENET asia Newsletters : Edisi Simposium April 2006 Daftar Isi
|
|
|
| optimized
for a resolution of 1024x768 idp - international development partners |