![]() |
EENET Asia Newsletter - Edisi Simposium - APRIL 2006 |
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Sekolah Syariah Ramah Anak: Sebuah Petualangan Keluarga Nuril Hidayat and Mohammad Ali Pada hari Minggu, 22 Januari 2006, siswa, orangtua dan guru SD Muhammadiyah Kottabarat Solo Jawa Tengah berkumpul di pemancingan dan pusat rekreasi Tlatar di luar kota. Aktivitas luar gedung ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa belajar melalui bermain. Orangtua didorong untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Dengan mempersiapkan acara tersebut, para guru mendapat lebih banyak ide tentang cara mengembangkan program pendidikan yang lebih kreatif dan inovatif. Anak-anak dan orangtua diperdayakan sebagai sumberdaya pengajaran tambahan, mereka belajar menggunakan lingkungan alam sebagai sumber pembelajaran tentang sains, bahasa, matematika, dan mata pelajaran lain. Aktifitas direncanakan dan diorganisir oleh orangtua, guru, komite sekolah, dan manajemen pemancingan. Kegiatan itu diumumkan kepada siswa sebelum libur sekolah. Para siswa semua menentukan kapan aktifitas akan dilakukan. Tema “Ya Allah, Aku peduli dengan air-Mu” dibagi ke dalam 8 topik. Peserta dibagi ke dalam 8 kelompok sesuai jumlah topik. Semua kelompok dinamai menurut salah satu dari 99 nama Allah. Nama-nama kelompok tersebut adalah:
Kelompok-kelompok ini merupakan campuran mulai dari siswa kelas satu hingga kelas enam. Para orangtua dibagi dalam kelompok sesuai kelompok anak-anak mereka. Program ini dimulai dengan diskusi tentang air, didasarkan pada petikan ayat Al Qur’an tentang air dan pada ilmu air. Seorang siswa dengan sukarela bersedia membaca kutipan Al Qur’an dalam bahasa Arab dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Salah seorang ibu menjelaskan berbagai aspek air dan penggunaanya. Tiap kelompok lalu menjalankan eksperimen praktis dan menyenangkan berdasarkan topik yang telah diberikan kepada mereka. Diskusi, tanya jawab, mencatat, dan merekam dilakukan sepanjang hari. Pada akhirnya, anak-anak dan orangtua melakukan refleksi hari itu, menarik kesimpulan dan membuat komentar. Kemudian, orangtua menceburkan diri ke air berlomba menangkap ikan serta mengumpulkan rumput laut sebelum mereka semua makan siang bersama. Selain makan siang, makanan kecil juga telah disiapkan sejak pagi, ada pisang, ketela, dan kacang. Piring-piring berbentuk perahu dibuat dari kertas daur ulang. Setelah itu, semua sampah dipisahkan antara yang organis dan non-organik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di antara anak-anak dan para orangtua. Berikut adalah sejumlah kecil komentar dari anak-anak:
Mohamad Ali adalah kepala sekolah SD Muhammadiyah Program Khusus di Kottabarat, Solo Jawa Tengah, sedangkan Nuril Hidayati adalah guru di sekolah yang sama dan koordinator program petualangan. Keduanya dapat dihubungi melalui cfsc@idp-europe.org atau SD Muhammadiyah, Jl. Dr. Muwardi No. 24, 57142 Surakarta, Jawa Tengah EENET asia Newsletters : Edisi Simposium April 2006 Daftar Isi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
| optimised
for a resolution of 1024x768 idp - international development partners |
||||||||||||||||||||||||||||||||