Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Simposium -

APRIL 2006

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Edisi Simposium April 2006 Daftar Isi

Telepon Layanan Anak 129 Diperkenalkan di Indonesia

Jipy Pricilia

Anak-anak Indonesia akan memiliki akses ke seseorang yang dapat diajak bicara ketika mengalami masalah atau penganiayaan. Hanya dengan menekan nomor telepon bebas pulsa 129, anak dapat memperoleh bantuan yang dibutuhkan. Nomor 129 juga akan menguntungkan guru dan orangtua. Telepon layanan anak 129 adalah sebuah sistem bantuan telepon yang dapat diakses anak kalau mereka membutuhkan bantuan atau seseorang yang dapat diajak bicara. Hak anak dan perlindungan anak adalah prinsip utama bagi telepon layanan anak dalam menyediakan bantuan dalam situasi darurat. Jalur telepon ini juga akan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan perhatian mereka dan berbicara mengenai isu yang mempengaruhi mereka. Menurut data statistik internasional 15% telepon anak ke telepon layanan di seluruh dunia, berkaitan dengan sekolah dan pertemanan, sementara lainnya mengenai isu seksualitas, penganiayaan dan kesehatan serta banyak isu lain yang mempengaruhi pembelajaran anak. Telepon layanan anak 129 akan bekerjasama dengan berbagai organisasi pemerintah dan LSM yang menyediakan layanan pendidikan dan sosial. Institusi ini dapat dimasukkan dalam sistem acuan nomor pertolongan anak yang melalui sistem tersebut anak-anak dengan masalah tertentu dapat dibantu.

Pada tanggal 19 Januari 2006 sebuah workshop nasional tentang telepon layanan anak 129 diprakarsai Depsos, Departemen Pemberdayaan Perempuan dan PLAN International. Pihak lain yang menghadiri lokakarya antara lain perwakilan dari Deplu, badan-badan PBB, rekanan dan LSM internasional (Braillo Norway, IDP Norway, World Vision, Save the Children), LSM lokal (SPMAA, Kalam Pratista, dll), POLRI, rumah sakit dan universitas. Peserta datang dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Makassar dan Banda Aceh. Telepon Layanan Anak 129 akan dipercontohkan di empat kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar dan Banda Aceh.
Selama lokakarya para peserta membuat rencana tindakan untuk meluncurkan telepon layanan anak di kota masing-masing pada bulan Juli 2006. Rencana tindakan tersebut meliputi: uji kebutuhan, pemetaan sumberdaya, struktur organisasi, pelatihan bagi operator di pusat telepon, inisiatif advokasi dan diseminasi, pemasangan sistem telepon layanan, dan pembentukan komitmen di antara para pemegang kepentingan.

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak hubungi jipy.pricilia@plan-international.org

 

EENET asia Newsletters : Edisi Simposium April 2006 Daftar Isi

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimised for a resolution of 1024x768
idp - international development partners