Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Simposium -

APRIL 2006

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : Symposium issue April 2006 Contents

UNESCO Adakan Lokakarya Kawasan Pasifik Pertama Tentang Pendidikan Inklusif: Samoa, 23-25 November 2005

Olof Sandkull

Lokakarya tersebut merupakan upaya kolaboratif dari UNESCO Paris, Bangkok dan Apia. Pembuat kebijakan dan praktisi dari kementerian pendidikan dan lembaga pendidikan guru serta wakil organisasi internasional dan gerakan kecacatan dari 10 negara Pasifik menghadiri workshop tersebut. Tujuan workshop adalah untuk membagi pendekatan-pendekatan inovatif dan belajar dari pengalaman-pengalaman pelaksanaan praktek pendidikan inklusif.

Berbagai bentuk workshop digunakan termasuk presentasi, kerja kelompok, video dan kunjungan sekolah. Dua sesi paralel kelompok tematis berfokus pada (1) implikasi bagi guru dan pendidikan guru dan pada (2) penguatan keterlibatan orangtua dan masyarakat serta peran masyarakat sipil. Peserta berkesempatan melihat praktek pendidikan inklusif ketika mengunjungi sekolah dasar Vaimoso di Apia. Kunjungan itu juga menyoroti penggunaan perangkat UNESCO untuk ‘Menciptakan Inklusif, Lingkungan Pembelajaran yang Ramah’ yang sedang diawali di 4 sekolah dasar di Samoa. Rebekah McCullough yang membantu dalam proyek percontohan mengungkapkan bahwa: ”menyenangkan menjadi bagian dari proses dan menyaksikan merekahnya proses pendidikan inklusif di sekolah-sekolah serta melihat inovasi dan komitmen yang diberikan orang-orang dalam proses ini; mereka telah menjadikan ini milik mereka.”

Lokakarya tersebut memungkinkan peserta berbagi sumberdaya berharga dan praktek di tingkat lokal, regional, serta internasional. Secara lebih khusus, pada lokakarya dibagi contoh-contoh survei anak-anak dengan kebutuhan khusus dari negara-negara Pasifik. Salah satu hal kunci yang disoroti dalam lokakarya adalah bahwa pendidikan inklusif merupakan satu alat untuk dalam mencapai Pendidikan Untuk Semua (PUS). Isu yang banyak dibahas selama lokakarya adalah pandangan yang umum dipegang banyak orang bahwa pendidikan inklusif hanya diperuntunkan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Namun UNESCO mempromosikan pandangan yang lebih luas, yang mencakup semua anak yang dieksklusikan karena alasan gender, kemampuan, etnis, alasan-alasan terkait kebahasaan dan kemiskinan. Dengan demikian, membawa semua anak ke sekolah baru langkah pertama. Jantung pendidikan inklusif adalah perlunya mengubah dari pendidikan reguler ke sistem yang dapat memberikan pendidikan berkualitas bagi semua siswa.

Hasil lokakarya mencakup pembangunan EENET Pasifik dengan dukungan awal dari UNESCO Bangkok. Jaringan kerja ini akan memfasilitasi pertukaran informasi mengenai praktek-praktek inklusif. Beberapa rekomendasi yang dikembangkan selama lokakarya adalah perlunya (1) menyusun kampanye penyadaran mengenai pendidikan inklusif untuk meningkatkan dukungan pemerintah, (2) secara lebih efektif, menggunakan mekanisme regional dalam pengumpulan dana dan aktifitas bersama, (3) memastikan peran yang lebih proaktif bagi semua koordinator PUS, (4) mereformasi pendidikan guru untuk mendukung inklusif, (5) meninjau ulang legislasi nasional untuk memperkuat pendidikan inklusif dan (6) memperkuat hubungan dengan Komisi Nasional terkait untuk UNESCO. Edgar Tari, wakil proyek SRA UNICEF di Vanuatu menjelaskan hubungan antara pendidikan inklusif dan SRA dengan menekankan pentingnya bekerja dengan guru lokal dan penasehat kurikulum untuk mengidentifikasi anak-anak yang tidak bersekolah dan mengembangkan mekanisme seperti waktu yang fleksibel.

Dr. Vincencio Pongi, direktur UNESCO Apia mencatat diskusi yang banyak memberi hasil dan banyak keputusan yang dicapai selama workshop.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi: www.unescobkk.org/ie; o.sandkull@hotmail.com

EENET asia Newsletters : Symposium issue April 2006 Contents

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimised for a resolution of 1024x768
idp - international development partners