Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Perdana -

JUNI 2005

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

Perkenalan dengan Redaktur

Anupam Ahuja adalah konsultan internasional tentang inklusi dan perkembangannya serta pengkajian program pendidikan. Ia telah bekerja dengan Badan Pelatihan dan Penelitian Pendidikan Nasional di Delhi. Ia memiliki 20 tahun pengalaman dalam bidang pendidikan memfokuskan pada pengembangan inklusi. Anupam telah bertugas mengadakan, memimpin dan mengevaluasi program pendidikan inklusif di Afrika, Asia dan Eropa Timur untuk UNESCO, UNICEF, Bank Dunia, IDP, Braillo Norway dan sejumlah organisasi internasional lainnya. Ia telah memberikan kontribusi kepada banyak publikasi internasional dalam peningkatan sekolah dan pendidikan untuk kelompok masyarakat yang termarjinalisasi. Pada tahun 2004 ia mengkaji ulang rencana Pendidikan untuk Semua bagi 17 negara-negara Asia Pasifik yang memfokuskan pada kaitan antara inklusi dan PUS untuk kepentingan UNESCO Bangkok.

Chinara Djumagulova bekerja sebagai Penasehat Pendidikan Inklusif Wilayah Asia Tengah, Save the Children, UK. Ia memiliki 16 tahun pengalaman dalam perkembangan anak usia dini, pengembangan program pendidikan dasar dan inklusif, manajemen, pengawasan, evaluasi dan baru saja menyelesaikan gelar doktornya. Ia memberikan kontribusi bagi perencanaan strategi Save the Children dalam Pendidikan Inklusif di Asia Tengah dan memberikan dukungan teknis kepada proyek perkembangan pendidikan inklusif dalam program SCUK di Asia Tengah. Akhir-akhir ini ia telah mengembangkan materi pendukung bagi guru dan staf lain untuk di publikasi sebagai petunjuk praktis serta pedoman bagi guru dan pihak lain dalam mengerjakan dan merencanakan pendidikan inklusif.

Els Heijnen bekerja sebagai penasehat pendidikan di Afrika Barat, Nepal, Srilanka dan Bangladesh selama 16 tahun terakhir. Sejak tahun 2004, ia bermarkas di Bhutan sebagai penasehat dari proyek “Dukungan untuk Proyek Pendidikan Guru” (STEP), sebuah kerjasama antara Departemen Pendidikan Bhutan dan Kerjasama Pembangunan Swiss (SDC), yang diselenggarakan oleh Helvetas. Els bekerja selama beberapa tahun dalam pendidikan formal dan non-formal dengan LSM nasional dan internasional serta selalu konsultasi dengan agen PBB seperti UNESCO dan UNICEF, begitu juga Organisasi Save the Children yang memfokuskan pada persamaan hak dan kesempatan untuk melalui pendidikan, juga bertanggungjawab untuk memperluas pemahaman dan jangkauan pendidikan inklusif melalui berbagai proyek dan program di berbagai tingkat.

Vivian Heung adalah Kepala Pusat Kebutuhan Khusus dan Studi Pendidikan Inklusif (CSNSIE) Institut Pendidikan Hong Kong. Ia mengkoordinasi dan mengawasi perkembangan aktifitas yang mendukung sekolah, guru dan orangtua dalam menerapkan pendidikan inklusif melalui penelitian, pelatihan, publikasi dan pengembangan materi sumber. Saat ini CSNSIE adalah penyedia utama pendidikan guru berbasis sekolah untuk inklusi di Hong Kong. CSNSIE juga menawarkan pelatihan orangtua dan pelayanan konsultasi individu. Dr. Heung bertanggung jawab untuk perencanaan program Sarjana baru yang diluncurkan di Hong Kong pada bulan September 2004. Program ini merupakan program sarjana spesialis pendidikan berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif yang pertama di Asia . Dr. Heung mengkhususkan pada pendidikan untuk anak-anak dengan gangguan perilaku dan emosi. Ia mempunyai pengalaman yang luas dalam penelitian, publikasi, dan konsultasi serta bertindak sebagai dewan editor Forum Pendidikan Khusus dan Jurnal Pendidikan Khusus di Beijing, China.


Moch. Sholeh Y. A Ichrom
adalah profesor Pendidikan Luar Biasa di Universitas Sebelas Maret Solo (Jawa Tengah) Indonesia. Ia mendapat gelar Ph.D dari Ohio Sate University dan menjadi konsultan utama dalam bidang inklusi untuk Direktorat Pendidikan Luar Biasa, Departemen Pendidikan Nasional sejak tahun 1998. Ia adalah Manajer Indonesia Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Tunanetra, sebuah kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia tentang inklusi. Sejak awal 2005, ia menjadi mitra IDP (International Development Partners) di seluruh Indonesia dan Pakistan. Pada awal tahun 2005 ia menjadi Kepala Pusat Penelitian Rehabilitasi di Universitasnya dan akhir-akhir ini ia telah meluncurkan kurikulum yang ramah terhadap anak untuk sekolah-sekolah Syariah.

Terje Magnussønn Watterdal adalah Manajer Proyek Braillo Norway untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan bagi Anak-Anak Tunanetra. Ia mengkoordinasikan implementasi rintisan inklusi di sekolah-sekolah dan masyarakat di seluruh Indonesia dan juga mendukung pendirian Program Pasca Sarjana Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Kebutuhan Khusus di Bandung (Indonesia). Ia bekerja di bidang pengembangan pendidikan, rehabilitasi, dan organisasi kelompok yang termarjinalisasi di negara-negara Afrika Timur, Amerika Tengah, Asia dan Eropa sejak tahun 1990. Terje adalah salah satu penggagas IDP (International Development Partners) dan sedang mengerjakan program pengembangan inklusi di Indonesia, Pakistan, dan Tanzania di bawah proyek Braillo Norway dan IDP.


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners