Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Perdana -

JUNI 2005

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

Diskusi Meja Bundar tentang Aksi Mainstreaming: Isu Pendidikan Inklusif

Health Link Organising Committee

Diskusi Meja Bundar ini, yang dilaksanakan di Phnom Penh, Kamboja pada bulan Mei 2005 adalah perhelatan regional ketiga dari tiga perhelatan yang diadakan sebagai bagian dari program Penelitian dan Pengetahuan tentang Kecacatan (Disabiliy KaR). Perhelatan ini dihadiri oleh 64 peserta dari:
• Tim Pendidikan Inklusif.
• Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Kamboja (MoEYS) .
• Agensi PBB.
• Organisasi donor.
• Organisasi Non Pemerintahan Internasional (LSMI), dan
• Organisasi Penyandang Cacat (OPC) tingkat akar rumput, regional dan nasional.

Diskusi ini memfokuskan pada:
• Konsep pendidikan inklusif.
• Kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman terhadap Pendidikan Inklusif (Analisis SWOT).
• Strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang diidentifikasikan melalui Analisa SWOT.

Presentasi berupa:
• Latar belakang dan perkembangan pendidikan inklusif .
• Kerangka Milenium Biwako dan Draf Konvensi Internasional tentang Orang-orang Penyandang Cacat.
• UNESCO dan promosi pendidikan inklusif di wilayah Asia Pasifik.
• Pendidikan inklusif di Laos dan Kamboja.

Presentasi mengenai Pendidikan Inklusif di Kamboja dan Laos memberikan keleluasaan para peserta untuk mempelajari program di berbagai tahap perkembangan yang bisa dicapai meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Analisa SWOT mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari pengalaman pribadi para peserta mengenai pendidikan inklusif.
Kekuatan Meliputi:
• Perkembangan dan implementasi kebijakan pendidikan inklusif.
• Partisipasi dan dukungan masyarakat.
• Adanya pelatihan guru yang baik.
• Kepedulian terhadap program pendidikan inklusif.

Sebaliknya, kelemahan-kelemahannya meliputi:
• Kurangnya kebijakan pendidikan iInklusif dan implementasinya.
• Kepercayaan budaya dan tingkah laku yang negatif tentang kecacatan .
• Kurangnya kepedulian masyarakat dan partisipasi dalam program pendidikan inklusif.

Ada perdebatan apakah dukungan pihak donor untuk pendidikan inklusif menjadi kekuatan atau kelemahan, karena itu akan mengacu pada ketergantungan terhadap donor dan kaitannya dengan keberlangsungan program pendidikan inklusif. Peserta diberikan kesempatan untuk berbicara dengan siswa penyandang cacat di sekolah-sekolah inklusif dan mendengar pendapat mereka. Mereka dapat mengunjungi sekolah luar biasa maupun sekolah reguler, dimana anak-anak penyandang cacat bersekolah. Sebuah “materi supermaket” tersedia bagi para peserta untuk berbagi, menyarankan dan berbicara tentang informasi mengenai sumber daya pendidikan inklusif yang telah dikembangkan atau diimplementasikan.

Diskusi meja bundar yang dilakukan oleh para peserta menghasilkan:
• Kerangka aksi menuju implementasi pendidikan inklusif.
• Saran tentang riset lanjutan bidang pendidikan inklusif.
• Mengubah sikap masyarakat terhadap penyandang cacat.
• Rekomendasi untuk pendidikan inklusif di sektor pendidikan dan sektor lainnya.
• Pelaksanaan pendidikan inklusif yang baik
• Mengidentifikasi ketika pendidikan inklusif tidak sesuai.

EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners