Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Perdana -

JUNI 2005

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

Ekonomi dan Perkembangan suatu Negara Tergantung pada Kesehatan yang Baik: Wawancara dengan Prof. Anita Ghulam Ali, Direktor Pelaksana, Yayasan Pendidikan Sindh, Pakistan

Parvez Ahmed Pirzado

Promosi dan Pendidikan Kesehatan Sekolah berperan penting dalam menyebarkan kesadaran akan kesehatan dalam masyarakat. Hal ini telah ditegaskan oleh sebuah proyek penelitian tindakan yang berjudul “Proyek Sekolah-Sekolah Aksi Kesehatan” [HAS] oleh Universitas Aga Khan – Institut Pengembangan Pendidikan [AKU-IED]. Proyek HAS dimulai selama tiga tahun pertama [1998-2001] dalam proyek penelitian tindakan yang menggunakan pendekatan kerjasama antar anak dengan mitra organisasi “Save the Children” UK.
Didasari kesuksesan hasil proyek percobaan terdahulu, sebuah tahap perluasan dimulai guna mempengaruhi organisasi lainnya dan sekolah-sekolah untuk memprakarsai Program Promosi dan Pendidikan Kesehatan Sekolah. Pada tahun 2001, Profesor Anita Ghulam Ali, seorang pendidik handal dan Direktur Pelaksana pada Yayasan Pendidikan Sindh [SEF], sebuah organisasi independen, menunjukan ketertarikannya untuk memprakarsai Program Promosi dan Pendidikan Kesehatan dalam 100 Sekolah yang Didukung Masyarakat [SDM] bagi anak-anak perempuan didaerah pedalaman provinsi Sindh, Pakistan. Sudah hampir empat tahun dan hingga kini Program Promosi dan Pendidikan Kesehatan berjalan dengan sukses di SDM.

Baru-baru ini Tim Promosi dan Pendidikan Kesehatan mengadakan wawancara dengan Profesor Anita Ghulam Ali, untuk membahas Tantangan dan Keberhasilan dari Promosi dan Pendidikan Kesehatan di SDM. Dalam wawancara, Profesor Anita Ghulam Ali menjelaskan pentingnya pendidikan kesehatan sebagai berikut; “Saya yakin bahwa kesehatan dan pendidikan harus selaras. Karena semakin dalam kita masuk ke masyarakat semakin banyak dijumpai masalah-masalah kesehatan. Masalah-masalah fisiknya tampak lebih nyata, tetapi disana terdapat juga maslah-masalah lainnya. Contohnya, jika seorang anak sedang sakit, khususnya jika dia memiliki kelainan seperti ketunarunguan atau disleksia, anda tidak dapat melihat masalah ini, maka anak itu dirugikan, anda tidak menilainya secara adil. Kami merasa bahwa para guru seharusnya dapat mengidentifikasi segala jenis kelemahan dalam hal indera pendengaran, pengelihatan, pemahaman dan sebagainya. Agar kita tidak perlu mengeluarkan anak dari sekolah dan memasukkannya kedalam Rumah Sakit atau diajarkan secara terpisah. Tetapi jika para guru dapat memahami bahwa anak tersebut memiliki kelainan, lalu memberikan lebih banyak perhatian atau memperlakukan anak tersebut dengan sedikit berbeda, karena saya pikir hanya gurulah yang bisa berbuat sesuatu untuknya. Karena anda mempunyai kesempatan untuk lebih mengenal seorang anak.

Profesor Anita Ghulam Ali, lebih jauh menjelaskan: “Pendidikan Kesehatan tidak berarti hanya mengenai kesehatan tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, perubahan sikap, perubahan kebiasaan dan perubahan cara pandang. Pencegahan dan penyadaran harus menjadi prioritas utama, kita sebaiknya mengatakan pada anak-anak tentang cara mencegah dan melindungi diri dari sakit. Kita perlu mempersiapkan vaksin bagi mereka terlebih dahulu dan mengajarkan hal-hal yang kecil dan sederhana yang dapat mereka lakukan sendiri tentang kesehatan. Karena anak-anak yang sehat akan membentuk siswa yang lebih baik.

Dalam kaitannya dengan dampak pendidikan kesehatan di SDM, Profesor Anita Ghulam Ali berbagi: “Ada banyak perubahan positif. Khususnya perilaku masyarakat terhadap tim kami telah berubah, karena mereka berpikir bahwa kami perduli pada mereka. Juga tampak secara jelas perubahan dalam kebiasaan hidup, khususnya pada anak-anak. Mereka amat bangga dan menceritakan tentang seseorang yang terkena diare dan bagaimana mereka membuat ORS dan memberikannya pada orang tersebut dan kemudian orang tersebut menjadi sehat. Dalam hal ini generasi muda dapat mengilhami anggota masyarakat lainnya dan dapat mengarahkan untuk melakukan sesuatu tentang kesehatan di masyarakat.

Profesor Anita meyakini bahwa sekolah seharusnya memiliki waktu tersendiri untuk membahas masalah kesehatan. Beliau menambahkan “Saya kira para guru lebih memiliki kebebasan dibanding siapapun. Tidak ada halangan bagi guru untuk memprakarsai hal ini? Ada banyak cara untuk memperkenalkan dan menyatukan hal-hal baru. Yang terpenting adalah bahwa anda memiliki komitmen untuk mendapatkan pengetahuan dan kemudian bersedia menyampaikan pada orang lain.

Tentang tantangan-tantangan yang dihadapi, dia mengatakan bahwa, “ada tantangan-tantangan juga; khususnya tantangan-tantangan ketertinggalan masyarakat dalam arti kata; jika kita meminta mereka untuk meminum air matang, masalah pertama mereka adalah kekurangan air dan jikalau airnya tersediapun, mereka tidak memiliki kayu bakar untuk memasaknya. Tantangan yang lain bahwasannya tim kami adalah anak-anak muda sementara para sesepuh masyarakat berpikir apa perlunya merubah kebiasaan padahal mereka telah melakukan hal ini selama bertahun-tahun. Jadi sulit untuk merubah mereka. Saya meminta tim agar bersabar dan tenggang rasa. Kita harus memahami masyarakat untuk berkomunikasi dengan mereka. Kita jangan mengharapkan keajaiban dan jangan mengharapkan hasil terlalu cepat.

Akhirnya Profesor Anita Ghulam Ali menekankan bahwa sekolah-sekolah dapat berperan penting dalam mempromosikan kesehatan, karena anak-anak akan menumbuhkan ide-ide dan sikap dan kesadarannya dikembangkan dari sekolah. Beliau yakin bahwa pendidikan kesehatan harus menjadi bagian dari kebijakan. Beliau menyimpulkan “Kita perlu meyakinkan pemerintah untuk lebih memfokuskan program pendidikan kesehatan, karena hal tersebut sangat penting dan seharusnya diberikan prioritas. Menurut saya, perkembangan dan ekonomi suatu negara tergantung pada kesehatan yang baik. Anda seharusnya menyediakan lingkungan yang memungkinkan bagi anak-anak secara tepat agar memberikan kontribusi bagi ekonomi dan perkembangan.

Profesor Anita Ghulam Ali adalah seorang pendidik handal dan sebagai Direktur Pelaksana pada Yayasan Pendidikan Sindh, sebuah organisasi independen.

Wawancara dengan: Parvez Pirzado dan Zohra Nisar
Penyatu naskah: Parvez Ahmed Pirzado

Parvez Ahmed Pirzado bekerja untuk bidang Promosi dan Pendidikan Kesehatan pada Universitas Aga Khan – Institut Pengembangan Pendidikan Karachi, Pakistan.

Beliau dapat dihubungi di:
Telp.: 92-21-6347611-4
Email: parvez.pizardo@aku.edu atau parvezpizardo@yahoo.com.au


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners