![]() |
EENET Asia Newsletter - Edisi Perdana - JUNI 2005 |
|
|
Pengajaran Multi Kelas di
Mongolia: Pendidikan Inklusif bagi Semua Anak di Masyarakat Salah satu proyek yang sedang diterapkan di Mongolia ialah penggunaan pendekatan Pengajaran Multi Kelas. Alam yang unik, keadaan geografis, wilayah luas yang jarang penduduk dan gaya hidup yang unik anggota masyarakat di negara ini menyarankan penting serta relevannya memperkenalkan pengajaran multi kelas dalam sistem pendidikan formal maupun informal. Pengajaran ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak yang berasal dari keluarga yang rentan dan mempertinggi kapasitas para guru. Implementasinya ialah untuk memberikan kontribusi terhadap menurunnya jumlah anak-anak putus sekolah dan menciptakan kondisi yang mendukung untuk memasukkan kembali anak-anak tersebut ke dalam sistem pendidikan formal. UNICEF Mongolia menyediakan dukungan teknis dan finansial bagi pelaksanaan proyek ini di Mongolia. Pengajaran Multi Kelas ternyata merupakan cara efektif untuk menghemat dana serta sumber daya manusia di sekolah-sekolah kecil di wilayah pedesaan terpencil pada tingkat Bagh. Bagh adalah unit administrasi terkecil di Mongolia dimana jumlah populasi rata-ratanya sekitar 200 rumah tangga dengan wilayah 100-200 km persegi. Kini sekitar 57 % sekolah-sekolah di Bagh diorganisir sebagai kelompok Pengajaran Multi Kelas dan 7 % dari para gurunya telah dilatih. Pengajaran Multi Kelas digunakan untuk pelatihan baca tulis dan pelatihan ulang bagi mereka yang putus sekolah ( pelatihan Persamaan) dan dilaksanakan di Pusat Pendidikan Non-Formal di wilayah pedesaan. Anak-anak dengan umur, pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang berbeda membentuk Pendidikan Non-Formal Multi Kelas. Selama 3 tahun terakhir, pusat pendidikan non-formal melakukan asesmen terhadap pengalaman orang-orang Mongolia dalam menggunakan metodologi yang serupa dan kebutuhan Pengajaran Multi Kelas. Hal ini membuktikan bahwa inilah bentuk pengajaran yang baik. Hal-hal serupa muncul di sekolah-sekolah keagamaan dan baca tulis namun telah menjadi tradisi pendidikan “yang terlupakan”. Para praktisi pendidikan dan orangtua di negara tersebut sekarang telah siap untuk menerimanya lagi. Para ahli profesional dari universitas keguruan dan pusat pendidikan non-formal mengembangkan metodologi tersebut untuk digunakan di kelompok Pengajaran Multi Kelas dan sebuah panduan manual bagi guru tentang “Bagaimana mengorganisir kelas yang terdiri dari anak dari berbagai kelas”. Mereka bekerja bersama untuk mengembangkan modul pelatihan bagi para guru mengenai Pendidikan Berbasis Keterampilan Hidup yang Terpusat Pada Anak, yang berorientasi pada kompetensi, komunikasi berbasis keterampilan, keterampilan hidup, pemecahan masalah, pendidikan sipil, partisipasi, pengetahuan dan pembelajaran terintegrasi. Proyek “Pengajaran Multi Kelas” yang diimplementasikan oleh Departemen Pendidikan, Ilmu pengetahuan dan Teknologi dan Pusat Pendidikan Non-Formal memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas dan akses menuju pelatihan pengajaran multi kelas di Mongolia. Meskipun tidak ada kurikulum khusus, sistem pelatihan guru pre-service dan materi pengajaran dan pembelajaran telah dikembangkan untuk pengajaran multi kelas selama 2 tahun terakhir . Materinya adalah: “Matematika” dan “Bahasa Mongolia”. Buku-buku pedoman untuk pelajar NFE berbagai usia, buku kecil “PMK di Mongolia”, buku pedoman “Metodologi PMK”, “Modul-modul Pelatihan Tentang PMK”, kaset video pelatihan yang merupakan sebuah panduan bagi para guru untuk mengorganisir pengajaran multi kelas melalui pendidikan formal maupun non-formal. Materi video tambahan menunjukkan bahwa pengajaran multi kelas dan proses pembelajaran seperti kerja kelompok, bertukar peran, dsb. Pelatihan guru in-service yang sebenarnya sangatlah penting bagi guru-guru yang bekerja di wilayah terpencil; sekolah-sekolah dasar yang kecil dan sekolah-sekolah Bagh. Budragchaa Uranchimeg
bekerja di UNICEF, Mongolia dan dapat dihubungi melalui e-mail; ubudragchaa@unicef.org;
Tel: 976-11-312185 EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi
|
|
|
| optimized
for a resolution of 1024x768 idp - international development partners |