Untitled Document
IDP Norway

EENET Asia Newsletter - Edisi Perdana -

JUNI 2005

EENET Global
Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]


EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

Inklusi melalui Pendekatan Sekolah secara Menyeluruh di Hong Kong

Vivian Heung

Apakah kita perlu melibatkan sekolah secara menyeluruh dalam mengembangkan pendidikan inklusif? Ketika banyak sekolah mencari calon guru untuk murid-murid dengan kesulitan belajar, pemerintah Hong Kong menganjurkan keterlibatan sekolah secara menyeluruh untuk mengatasi keberagaman siswa sejak 1997, berdasarkan evaluasi dari 2 tahun proyek rintisan integrasi. Di tahun 2003, 117 dari 1300 sekolah di Hong Kong ikut serta dalam proyek ini. Pengalaman sekolah tersebut menunjukkan bahwa inklusi memerlukan proses penerimaan dan budaya kolaborasi yang besar diantara para guru dan siswa menuju terciptanya ilmu pendidikan yang inovatif yang lebih merespon kebutuhan semua siswa di dalam kelas.

Sejak 2004, Hong Kong mulai menggunakan sistem pembiayaan baru untuk mengintegrasikan beragam proyek yang dialokasikan untuk sekolah-sekolah menurut jumlah siswa berkebutuhan belajar dengan fleksibilitas dalam memanfaatkan sumber daya yang mendukung. Sebanyak 169 sekolah dasar ikut terlibat dan diminta untuk mempersiapkan rencana pengembangan tahunannya. Tim Pendukung Siswa harus dibentuk di sekolah untuk mengkoordinasi dan mengawasi program pengembangan yang berdasarkan pada pendataan awal kebutuhan siswa, pemberdayaan guru, dukungan teman sebaya, pembelajaran kooperatif, adaptasi kurikulum dan penilaian serta keterlibatan orangtua.

Semakin banyak sekolah berkeinginan untuk mengadopsi pendidikan inklusif di Hong Kong tapi ini tidak selaras dengan dukungan profesional untuk membantu para guru dalam melaksanakannya. Institut Pendidikan Hong Kong telah mengambil inisiatif untuk melakukan restrukturisasi program persiapan guru dan modul inti yang menghargai keberagaman akan disisipkan secara bertahap ke dalam kurikulum semua program yang dimulai pada tahun 2005. Dengan memfokuskan pada in-service training saja tidak cukup.

HKIEd melihat pentingnya merespon kebutuhan banyak guru in-service yang merasa tidak siap dalam merespon peningkatan keberagaman dan komplesitas di kelas-kelas saat ini. Pada 2000, HKIEd mendirikan Centre untuk Kebutuhan Khusus dan Studi Pendidikan Inklusif (CSNSIE) yang merupakan penyedia utama pendidikan guru berbasis sekolah untuk inklusi di Hong Kong. Pada tahun 2004-2005, HKIEd mulai menawarkan Program Sarjana Pendidikan (Kebutuhan Khusus) yang sekarang diikuti oleh 63 calon guru. Juga, Institut tersebut telah mengubah Pelatihan bagi Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus untuk membuat guru kelas reguler dapat menggali pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja secara inklusif dalam program penataran profesional bernama Pemenuhan Keberagaman Kebutuhan Belajar. Permintaan untuk program ini ternyata melampaui tempat yang disediakan.

CSNSIE juga menawarkan pelatihan bagi orangtua dan pelayanan konsultasi individu dan pengadaan program pelatihan berbasis sekolah untuk inklusi. Selain itu, CSNSIE juga memimpin proyek penelitian 1 tahun mengenai bagaimana membuat pelajaran yang sudah ada menjadi lebih inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Telah terpilih 2 sekolah dari 20 sekolah yang secara suka rela ikut ambil bagian. Respon yang sangat besar menggambarkan ada kebutuhan yang luar biasa tentang penelitian tersebut.

Vivian Heung, Ph.D adalah Kepala Pusat Kebutuhan Khusus dan Studi Pendidikan Inklusi di Institut Pendidikan Hong Kong. Ia dapat dihubungi di: 10, Lo Ping Road, Taipo, New Territories, Hong Kong, China. Email: csnsie@ied.edu.hk, Website: www.ied.edu.hk/csnsie

EENET asia Newsletters : edisi perdana JUNI 2005 Daftar Isi

 

Untitled Document [about idp] [contact] [Seminars and Meetings] [UNESCO Toolkit] [EENET asia Newsletter] [links] [search] [home]
optimized for a resolution of 1024x768
idp - international development partners